Cara Allah memang luar biasa

Yosua 2:1-4, 9-14 (TB) Yosua bin Nun dengan diam-diam melepas dari Sitim dua orang pengintai, katanya: “Pergilah, amat-amatilah negeri itu dan kota Yerikho.”*Maka pergilah mereka dan *sampailah mereka ke rumah seorang perempuan sundal, yang bernama Rahab, lalu tidur di situ.
Kemudian diberitahukanlah kepada raja Yerikho, demikian: “Tadi malam ada orang datang ke mari dari orang Israel untuk menyelidik negeri ini.” Maka raja Yerikho menyuruh orang kepada Rahab, mengatakan: “Bawalah ke luar orang-orang yang datang kepadamu itu, yang telah masuk ke dalam rumahmu, sebab mereka datang untuk menyelidik seluruh negeri ini.”
Tetapi perempuan itu telah membawa dan menyembunyikan kedua orang itu. Berkatalah ia: “Memang, orang-orang itu telah datang kepadaku, tetapi aku tidak tahu dari mana mereka,
……….
dan berkata kepada orang-orang itu: “Aku tahu, bahwa TUHAN telah memberikan negeri ini kepada kamu dan bahwa kengerian terhadap kamu telah menghinggapi kami dan segala penduduk negeri ini gemetar menghadapi kamu.

Sebab kami mendengar, bahwa TUHAN telah mengeringkan air Laut Teberau di depan kamu, ketika kamu berjalan keluar dari Mesir, dan apa yang kamu lakukan kepada kedua raja orang Amori yang di seberang sungai Yordan itu, yakni kepada Sihon dan Og, yang telah kamu tumpas. Ketika kami mendengar itu, tawarlah hati kami dan jatuhlah semangat setiap orang menghadapi kamu, sebab TUHAN, Allahmu, ialah Allah di langit di atas dan di bumi di bawah.
Maka sekarang, bersumpahlah kiranya demi TUHAN, bahwa karena aku telah berlaku ramah terhadapmu, kamu juga akan berlaku ramah terhadap kaum keluargaku; dan berikanlah kepadaku suatu tanda yang dapat dipercaya, bahwa kamu akan membiarkan hidup ayah dan ibuku, saudara-saudaraku yang laki-laki dan yang perempuan dan semua orang-orang mereka dan bahwa kamu akan menyelamatkan nyawa kami dari maut.”
Lalu jawab kedua orang itu kepadanya: “Nyawa kamilah jaminan bagi kamu, asal jangan kaukabarkan perkara kami ini; apabila TUHAN nanti memberikan negeri ini kepada kami, maka kami akan menunjukkan terima kasih dan setia kami kepadamu.”

๐Ÿ…ฐ Setelah meneguhkan hatinya bahwa Allah menyertai Yoshua dan bangsa Israel (Yoshua 1), baru Yoshua menyusun strategi untuk mengalahkan Yerikho, dengan mengirim pengintai melihat medan perang.
๐Ÿ…ฑ Rahab seorang sundal dicatat sebagai pahlawan iman dalam Ibrani 11. Seorang berdosa tapi percaya bahwa Allah menyertai bangsa Israel dan yakin bahwa bangsa Israel bersama Allah pasti mengalahkan Yerikho. Banyak penduduk Yeriko dihinggapi ketakutan, tapi hanya Rahab yang percaya sekaligus mengambil keputusan berpihak kepada Allahnya bangsa Israel. Ia mengambil resiko tinggi dengan menyembunyikan kedua pengintai, tapi ia lebih percaya kepada Allahnya Israel. Bisa saja ia memberitahu suruhan Raja bahwa kedua pengintai ada di rumahnya dan ia mendapat jasa, dan menjadi kesulitan besar buat Yoshua bila kedua pengintai tertangkap. Situasi bisa berbalik menjadi keuntungan Yerikho. Ini yang disebut iman yang hidup!! percaya kepada Allah dan bertindak.
๐Ÿ†Ž Bangsa Israel mendapatkan informasi yang sangat penting yaitu bahwa penduduk Yeriko telah dihinggapi ketakutan kepada Israel, kalah sebelum perang, yang membuat Israel lebih yakin akan menang. Allah yang membuat musuh dihinggapi ketakutan. Cara Allah memang luar biasa!! Membuat segalanya jadi sangat mudah!! Ia memang serba maha tahu, dan patut dipercaya!

 

๐ŸŽผ๐ŸŽถ๐ŸŽน๐ŸŽท๐ŸŽค
Pujilah Tuhan Sang Raja KJ10

Pujilah Tuhan, Sang Raja yang Mahamulia!
Segenap hati dan jiwaku, pujilah Dia!
Datang berkaum, bโ€™rilah musikmu bergaung,
angkatlah puji-pujian!

Pujilah Tuhan; segala kuasa padaNya!
Sayap kasihNya yang aman mendukung anakNya!
Tiada terpโ€™ri yang kepadamu dibโ€™ri;
tidakkah itu kaurasa?
๐ŸŽน๐ŸŽถ๐ŸŽน๐ŸŽถ๐ŸŽน๐ŸŽถ๐ŸŽน

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *