Kita adalah orang-orang siang

1 Tesalonika 5:8
Tetapi kita, yang adalah orang-orang siang, baiklah kita sadar, berbajuzirahkan iman dan kasih, dan berketopongkan pengharapan keselamatan.

Siang hari digambarkan sebagai waktu dimana orang bekerja. Orang-orang sibuk beraktifitas. Dalam kesibukannya, orang menyadari apa yang sedang dilakukannya.

Berbeda dengan waktu malam, dimana orang tidur. Sewaktu tidur, orang tidak sadar apa yang sedang terjadi di sekitarnya, apalagi kalau orang tidur terlelap dibuai mimpi.

Kita adalah orang-orang siang. Berarti kita sedang bekerja dan sadar sepenuhnya apa yang sedang kita kerjakan. Kitapun tanggap apa yang sedang berlangsung di sekitar kita. Orang-orang siang akan selalu berjaga-jaga, sadar dan waspada. Anak-anak siang akan menghindari bahaya yang mengancam. Dengan demikian dia akan selamat.

Rasul Paulus menggambarkan orang-orang siang berbajuzirahkan iman dan kasih.

Baju sering menjadi seragam atau ciri khas yang dipakai orang . Dua hari lalu misalnya ada himbauan kita berbaju batik. Terlepas dari apakah setuju dan kita memakainya atau tidak, batik diklaim sebagai ciri khas pakaian bangsa kita.
Jadi kasih adalah pakaian kita… ciri khas kita sebagai orang-orang siang. Dengan kasih kita dikenal.

Juga baju berguna untuk melindungi diri kita. Orang-orang siang akan melindungi dirinya dengan memakai baju iman yang kuat.

Ketopong merupakan topi yang dikenakan di kepala. Kepala adalah pusat pemikiran kita yang harus dilindungi. Orang-orang siang akan memakai ketopong pengharapan keselamatan untuk menjaga pikirannya dari bahaya. Betapa sering seseorang dikacaukan pikirannya oleh karena merasa tidak ada lagi keselamatan… hilang pengharapan.

Jadi orang-orang siang:
• dikenal sikapnya dari baju kasihnya,
• dilindungi hatinya oleh pakaian imannya,
• dijaga pikirannya oleh ketopong pengharapan keselamatan.

Dalam Kristus kita sudah berstatus menjadi orang-orang siang, namun persoalannya adalah: apakah kita bersikap sebagai orang-orang siang?

Selamat belajar…
Selamat bekerja…
Selamat berkarya…
Selamat melayani…

Tuhan memberkati dan menyertai kita. Amin.

Sungguh Lembut Tuhan Yesus Memanggil

Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil
Memanggil aku dan kau
Lihatlah Dia prihatin menunggu
Menunggu aku dan kau

Refrein:
Hai mari datanglah, kau yang lemah, mari datanglah
Sungguh lembut Tuhan Yesus memanggil
Kau yang sesat marilah

Janganlah ragu, Tuhanmu mengajak
Mengajak aku dan kau.
Jangan enggan menerima kasihNya
Terhadap aku dan kau.
🎹🎶🎹🎶🎹🎶🎹

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *