Kita butuh teman

Filemon 1:23-24
Salam kepadamu dari Epafras, temanku sepenjara karena Kristus Yesus, dan dari Markus, Aristarkhus, Demas dan Lukas, teman-teman sekerjaku.

2 Timotius 4:9-10
Berusahalah supaya segera datang kepadaku, karena _Demas telah mencintai dunia ini dan meninggalkan aku. Ia telah berangkat ke Tesalonika. Kreskes telah pergi ke Galatia dan Titus ke Dalmatia._

Demas adalah teman sekerja Paulus. Dalam suratnya ke Filemon, Paulus menyampaikan salam dari Demas kepadanya. Tetapi dalam suratnya ke Timotius, Paulus mengatakan bahwa Demas telah berubah… Demas telah mencintai dunia ini.

Dalam perkataan mencintai dunia,  dan disambung dengan kata meninggalkan aku kata Paulus, kita melihat Demas tidak lagi menyertai Paulus sebagai teman sekerja. Sungguh ini merupakan beban sendiri di hati Paulus dalam pelayanannya.

Dalam keadaan seperti itu, Paulus menyuruh Timotius segera datang menemui Paulus. Paulus butuh teman juga. Kita merasakan perasaan Paulus sebagai manusia sama seperti kita.

Sering memang terasa sepi juga dalam melayani. Ada saat-saat kita merasa sendirian. Kita merasa jenuh juga dan seolah tidak bisa berbuat maksimum melayani. Terasa berat tanggung jawab melayani di hati dan di pundak kita. Kita merasa tawar hati. Saat kita butuh dukungan dari teman-teman, ternyata kita rasakan kurang mendapat perhatian mereka. Saat kita minta didoakan teman-teman, mungkin karena urusan mereka juga banyak, mereka lupa mendoakan kita. Ini sangat manusiawi juga.

Tentu tidak ada alasan kita untuk menyalahkan siapapun, karena teman-teman sepelayananpun memiliki kesibukan dan kebutuhan tersendiri. Tatapi faktanya memang kita butuh teman juga.

Apalagi kalau kita melihat teman seperjuangan dalam pelayanan telah berubah hati dan sikapnya. Mereka menjadi dingin. Ini pergumulan berat. Di sinilah kita butuh kedewasaan penuh dan iman teguh untuk bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Apa yang disaksikan Paulus dengan Demas teman sekerjanya, mengingatkan agar kita tetap setia. Janganlah hati kita berubah dengan mencintai dunia ini, tetapi cintailah Yesus. Tetaplah layani Dia dengan segenap hati dan segenap jiwa.

Meski yang kita lakukan adalah kecil dan sederhana saja… lakukanlah itu sebaik-baiknya tanpa pamrih dan tanpa kenal lelah sampai akhir.

Mari kita mengabdi kepada Yesus. Mari kita menjadi teman sekerja sepelayanan di dalam Yesus. Mari kita tetap saling mendukung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *